Tuesday, September 4, 2012

Proses pembuatan susu sapi

Proses pembuatan susu sapi

Judul di atas seperti menggambarkan bahwa artikel ini menjelaskan bagaimana kita bisa membuat susu sapi? Tidak!! Jelas yang membuat susu sapi adalah Tuhan. Maksud dari judul proses pembuatan susu sapi ini adalah bahwa pada artikel kali ini saya ingin berbagi pengetahuan proses bagaimana seekor sapi perah betina bisa menghasilkan susu. Judul “proses pembuatan susu sapi” diambil karena lebih pendek dibandingkan apabila artikel ini diberi judul “proses seekor sapi perah betina untuk bisa menghasilkan susu”. Berikut adalah proses dan siklusnya.
Sapi Perah
Sebelum bisa menghasilkan susu, seekor sapi betina harus melahirkan dulu anak sapi atau yang disebut dengan pedet. Seekor sapi betina yang siap dikawinkan adalah yang berumur kurang lebih 455 hari atau satu tahun tiga bulan. Kehamilan sapi betina cukup lama yakni kurang lebih sekitar 280 hari atau atau sembilan bulan lebih dua minggu (tidak jauh beda dengan kehamilan manusia). 

Sapi betina tersebut mulai menghasilkan banyak susu setelah kurang lebih 35 hari atau lima minggu setelah melahirkan atau setelah anaknya dipisahkan dari induknya untuk proses penyapihan (proses pelepasan pedet agar tidak menyusu lagi kepada induknya. Susu sapi akan terus dihasilkan oleh sapi betina tersebut dalam kurun waktu kurang lebih 305 hari atau sepuluh bulan. 

Ketika umur pedet yang dilahirkan oleh sapi betina tersebut mencapai kurang lebih 85 hari atau dua bulan lebih dua minggu, atau satu bulan lebih dua minggu dari waktu proses penyapihan. Sapi betina tersebut harus dikawinkan lagi sehingga ketika susunya sudah mulai habis (dalam kurun waktu 305 hari), maka kurang lebih selama dua bulan sapi betina tersebut tidak memproduksi susu sebelum akhirnya melahirkan kembali. Begitulah kurang lebih proses susu sapi dihasilkan.

Sebenarnya hidup sapi perah sangat berat sekali. Hidupnya hanya didalam kandang yang berukuran kurang lebih 2X1,5m. Tanpa disadari tiba-tiba dia hamil tanpa merasakan hubungan kawin dengan sapi jantan, ini dikarenakan kehamilan sapi bisa melalui proses suntik sperma. Susunya dua kali dalam sehari setiap harinya diambil oleh manusia untuk kepentingan manusia, yakni sebagai pendapatan bagi peternak dan sebagai protein atau nutrisi yang dibutuhkan oleh manusia sebagai konsumen peminum susu sapi. Ada pun ketika sapi perah tersebut sudah tua, maka dagingnya diperuntukkan kembali untuk kepentingan manusia.

Terima kasih sapi, dan terima kasih Tuhan karena telah menciptakan sapi.

Foto kredit: Dairy_cow
Share This

1 comment:

  1. terimakasih atas infonya jgn lupa mampir disini motogp.unsri.ac.id

    ReplyDelete

Designed By Seo Blogger Templates- Published By Gooyaabi Templates