Showing posts with label Jamur Tiram. Show all posts
Showing posts with label Jamur Tiram. Show all posts

Tuesday, May 13, 2014

Produksi Jamur Tiram Tahan Hingga 5 Tahun, Apakah Bisa?

Bagi para petani jamur tiram, sudah hal lumrah bahwa produksi jamur tiram yang biasa mereka hasilkan dengan media baglog jamur tiram hanya bisa bertahan 3 – 4 bulan. Ini artinya para pembudidaya jamur tiram harus mengganti baglognya setiap 3 – 4 bulan sekali, dan artinya mereka harus melawan resiko kegagalan budidaya jamur tiram setiap 3 – 4 bulan sekali.

Mengapa saya katakan bahwa para petani jamur tiram harus melawan resiko kegagalan setiap 3 – 4 bulan sekali? Karena dalam budidaya jamur tiram, resiko kegagalan terbesar adalah tidak berhasil membuat baglog. Namun, apabila baglog berhasil dibuat, resiko kegagalan dalam bisnis ini sangat minim karena perawatan jamur tiram tidaklah sulit.

Akan tetapi, terdapat juga tipe petani yang meminimalisir kegagalan produksi jamur tiram dengan cara membeli baglog siap panen, dalam artian petani tersebut tinggal melakukan perawatan terhadap baglog tersebut tanpa melalui proses pembuatan baglog dengan resiko kegagalan menumbuhkan miselium. Hanya saja petani yang biasanya membeli baglog siap panen dipastikan memperoleh keuntungan dari hasil panennya tipis dibandingkan dengan petani yang membuat baglognya sendiri. Tentunya terdapat plus dan minus antara petani yang suka membuat baglognya sendiri dengan petani yang membeli baglog siap panen untuk budidaya jamur tiramnya.

Bagi petani yang membuat baglog sendiri, plusnya adalah dia bisa mendapatkan keuntungan 2 – 3 kali lipat dibanding dengan petani yang membeli baglog siap panen. Namun, minusnya adalah kerugian yang diperoleh apabila gagal dalam melakukan produksi baglog jauh lebih besar ketimbang petani yang membeli baglog siap panen. Bagi petani tipe pembeli baglog siap panen, plus minusnya adalah kebalikan dari tipe petani pembuat baglog, namun petani pembeli baglog harus siap merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli baglog jamur tiram siap panen.

Pada intinya adalah kedua tipe petani jamur tiram tersebut harus siap dalam menghadapi siklus 3-4 bulanan itu. Petani pembuat baglog harus siap dalam menghadapi kegagalan pembuatan baglog dan petani pembeli baglog harus siap untuk mengeluarkan modal uang yang jauh lebih besar ketimbang pembuat baglog pada setiap siklus tersebut.

Inti berikutnya adalah bahwa produksi jamur tiram di Indonesia dengan menggunakan media baglog, masa panennya hanya bertahan 3-4 bulan. Hal ini membuat saya sebagai petani jamur tiram terkadang membayangkan betapa enaknya jika dapat membuat media selain baglog yang bisa panen jamur tiram hingga bertahun-tahun dengan cukup satu kali modal awal. Apakah ada media yang bisa menghasilkan panen jamur tiram hingga bertahun-tahun tersebut? Atas dasar penasaran, saya mencari  dan bertanya kepada om google, apakah hal tersebut bisa dilakukan dan tidak mustahil?

Setelah bertanya kepada om google, ternyata hal tersebut ada dan tidaklah mustahil. Bahkan dengan menggunakan media lain, panen jamur tiram dapat dilakukan pada ruangan terbuka (bukan dalam kumbung) dan media tersebut dapat bertahan hingga 5 tahun, itu artinya para petani jamur tiram yang menggunakan media tersebut dapat panen hingga 5 tahun tanpa mengganti media penghasil jamur tiram setiap 3 – 4 bulan sekali.

Lalu, media seperti apakah itu? Media yang digunakan untuk produksi jamur tiram selama 5 tahun tersebut adalah menggunakan kayu gelondongan. Seperti yang kita ketahui bahwa jamur tiram liar (habitat alaminya) biasa ditemukan pada pepohonan. Kayu memang tempat jamur ini tumbuh, oleh karena itu proses pembuatan baglog jamur tiram pun bahan utamanya adalah serbuk kayu. Dengan demikian, sangat dapat dicerna dan dipercaya bahwa media kayu gelondongan dapat menghasilkan jamur tiram hingga 5 tahun.

Kayu Gelondongan
Mengapa saya bilang dapat dipercaya bisa panen hingga 5 tahun? Karena saya baru menemukan teknik ini melalui internet dimana petani yang menggunakan teknik ini berasal dari luar negeri, mungkin di Indonesia belum ada. Lantas bagaimana cara membuatnya? Terus kunjungi blog ini karena saya akan menuliskannya pada postingan berikutnya, atau like fan page facebook blog ini dengan mengklik gambar like facebook yang tersedia untuk mendapatkan update dari blog ini atau klik katalog jamur tiram untuk mendapatkan berbagai produk jamur tiram yang kami miliki.
Continue Reading

Monday, January 13, 2014

Jual Bibit Jamur Tiram

Jual bibit jamur tiram dari mulai F0 sampai dengan F3 dengan macam-macam seperti berikut:

Jual bibit jamur tiram F0, yakni kultur murni indukan jamur tiram yang terbuat dari agar-agar murni, rumput laut, kentang dan gula (glukosa). Tersedia dalam kemasan botol gepeng dan tabung reaksi. Tersedia jenis florida dan tiram mas.

Jual bibit jamur tiram F1, yakni bibit turunan dari F0 Jamur Tiram dengan media utama jagung pipil atau sorgum. Tersedia jenis florida.

Jual bibit jamur tiram F2 botol serbuk, yakni bibit turunan dari F1 Jamur Tiram dengan bahan campuran serbuk kayu, jagung pipil, jagung pecah, sorgum, milet dan menir. Tersedia jenis florida.

Jual bibit jamur tiram F2 botol jagung pecah, yakni bibit turunan dari F1 Jamur Tiram dengan bahan murni jagung pecah. Tersedia jenis florida.

Jual bibit jamur tiram F2 polybag ukuran 12x30 (siap tebar), yakni bibit turunan dari F1 jamur tiram dengan bahan campuran serbuk kayu, kapur, tepung jagung, dedak dan aci kawung (kanji aren). Tersedia jenis tiram mas.

Jual bibit jamur tiram F2 polybag ukuran 12x30 (siap tebar), yakni bibit turunan dari F1 jamur tiram dengan bahan campuran jagung pecah besar, jagung lembut, aci kawung (kanji aren), dedak dan serbuk kayu. Tersedia jenis tiram mas.

Jual bibit jamur tiram F3 polybag ukuran 22x35 (siap tebar), yakni bibit turunan dari F2 jamur tiram. Tersedia jenis florida.


Untuk melakukan pemesanan, silahkan hubungi kontak yang tersedia pada blog ini, atau silahkan kunjungi Katalog Jamur Tiram untuk mengetahui detail penjelasan tentang produk bibit jamur tiram tersebut.
Continue Reading

Friday, December 13, 2013

Langkah-Langkah Menanam Jamur Tiram

Dikarenakan banyak peminatnya, mudah ditanam, menjadikan jamur tiram populer dikalangan petani jamur. Bila anda berminat menanam jamur tiram namun masih bingung dengan hal apa yang perlu dilakukan terlebih dahulu. Silahkan dibaca artikel tentang cara menanam jamur tiram ini.

Menanam Jamur Tiram - Langkah Pertama:

Anda membutuhkan lahan atau bangunan untuk semua proses budidaya jamur tiram. Jika Anda pemula, tidak perlu membangun tempat yang besar karena membutuhkan modal besar. Tetapi, Anda perlu memperhatikan ruangan-ruangan yang diperuntukkan budidaya jamur tiram seperti berikut.

Jika Anda berniat melakukan budidaya jamur tiram melalui proses pembuatan baglog sendiri, maka Anda perlu membuat ruang persiapan. Yakni ruangan yang dibuat untuk melakukan pengayakan, mencampurkan bibit, sampai sterilisasi. Namun, jika Anda berniat membudidayakan jamur tiram melalui proses instan, yakni langsung membeli baglog jamur tiram yang siap panen, maka ruangan ini tidak Anda perlukan.

Anda juga perlu membuat ruangan khusus untuk melakukan proses pemasukan bibit pada media tanam (baglog), ruangan ini disebut dengan nama ruangan inokulasi. Hal yang perlu diperhatikan pada ruangan ini yakni harus mudah dibersihkan untuk dapat meminimalisir bibit terkontaminasi oleh bakteri yang merugikan. Jika Anda membeli baglog jamur tiram yang siap panen, maka ruangan ini juga tidak Anda perlukan.

Anda juga perlu membuat ruangan khusus pemutihan (ruangan penurunan miselium) yang disebut juga dengan nama ruangan inkubasi. Ruangan inkubasi disebut juga dengan kumbung inkubasi dimana didalam ruangan tersebut dibuatkan rak dari kayu/bambu agar dapat menampung baglog dalam jumlah banyak. Jika terdapat petani jamur tiram disekitar Anda, Anda bisa melihat contohnya kepada mereka. Diusahakan ruangan memiliki suhu 22-29 derajat celcius (secara teori).

Ruangan satu lagi yang diperlukan adalah ruangan penanaman. Dibuat sama dengan ruangan inkubasi, hanya fungsinya diperuntukkan sebagai tempat pemanenan jamur tiram. Secara teori, ruangan harus memiliki kelembaban udara 80-90 persen pada suhu 16-22 derajat celcius. Jadi, diperlukan teknik/strategi khusus jika Anda berada di daerah dataran rendah, karena biasanya jamur yang dihasilkan pada daerah dataran rendah biasanya kurus dan agak kekuningan.

Menanam Jamur Tiram – Langkah Kedua:

Apabila Anda berencana membudidayakan jamur tiram melalui proses pembuatan baglog, bukan membeli langsung baglog siap panen, maka Anda perlu mengetahui cara-cara pembuatan baglog. Silahkan baca cara membuat baglog jamur tiram pada postingan saya sebelumnya disini. Namun, silahkan beli baglog siap panen apabila Anda tidak bisa membuat baglog sendiri.

Menanam Jamur Tiram – Langkah Ketiga:

Anda harus tahu cara memanen yang benar. Petik jamur tiram yang muncul dari baglog bila sudah cukup dewasa dan jangan biarkan hingga tua, karena apabila dibiarkan tua, kondisi jamur akan menjadi kurang baik yakni basah dan kecoklatan.

Cara petiknya bisa dilakukan dengan teknik memutar pangkal jamurnya, tapi jangan sampai bagian baglognya terbawa banyak.

Petik semua jamur tiram yang terdapat dalam baglog. Jika Anda menemukan jamur tiram yang sudah dewasa untuk dipanen, namun terkadang dalam baglog yang sama terdapat jamur yang masih kecil, jangan Anda diamkan dan berharap menjadi besar besoknya. Anda harus memetiknya juga, karena kalau tidak, besoknya dia akan layu sehingga memperlambat pertumbuhan jamur tiram generasi berikutnya.

Itulah gambaran umum cara menanam jamur tiram, silahkan klik link Katalog Jamur Tiram untuk memperoleh inspirasi lainnya mengenai jamur tiram.
Continue Reading

Monday, December 9, 2013

Cara Membuat Kripik Jamur Tiram

Ajaib, itulah kesimpulan dari penggambaran mengenai bahan olahan makanan ini, yakni jamur tiram. Mengapa jamur tiram saya katakan ajaib? Tidak lain karena berbagai macam olahan makanan bisa dibuat darinya seperti kripik jamur tiram, bakso jamur tiram, sup jamur tiram, sate jamur tiram,  nugget jamur tiram, botok jamur tiram, rendang jamur tiram, steak jamur tiram dan aneka olahan lainnya.

Selain itu, manfaat jamur tiram demi kesehatan manusia pun sangat banyak. Coba baca saja manfaat yang dapat diperoleh dari tumbuhan ini pada postingan saya sebelumnya disini.

Kripik jamur tiram merupakan salah satu olahan primadona yang dapat dibuat dari tumbuhan ini. Hal ini disebabkan kripik jamur tiram memiliki rasa yang gurih dan memiliki tekstur yang renyah. Nah, bagi Anda yang menyukai kripik jamur tiram, pada postingan kali ini, saya akan memberikan cara bagaimana membuat kripik jamur tiram.

Namun, untuk jadi catatan, resep cara membuat kripik jamur tiram berikut merupakan resep standar. Jadi diharapkan Anda bisa mengkreasikan rasa yang ingin didapat nantinya, dan bukan tidak mungkin Anda bisa menjualnya atau menjadi bisnis Anda. Baiklah, baca tahapan-tahapannya berikut:
  • Ambil jamur tiram segar sebanyak yang Anda suka, lalu suir-suir dengan tangan Anda menjadi irisan-irisan kecil yang memanjang.
  • Masukkan kedalam wadah atau baskom sambil dicuci, lalu seduh dengan air panas (rendam) dan diamkan sekitar 5-10 menit.
  • Kocek suiran jamur tiram pada air rendaman tersebut secukupnya, lalu buang air rendamannya sampai habis.
  • Setelah air rendamannya dibuang, lalu tiriskan dan peras suiran-suiran jamur tiram tersebut hingga airnya habis.
  • Siapkan mangkuk dan kocok telur ayam (banyaknya telur disesuaikan dengan banyaknya Anda akan membuat kripik jamur tiram).
  • Siapkan garam dan penyedap rasa dan masukkan kedalam kocokan telur tadi. Tambahkan juga bumbu rempah-rempah seperti ulekan bawang merah dan bawang putih kedalam telur tersebut. Kocok hingga semua bumbu menyatu didalam telur tadi. Bumbu rempah-rempah bisa Anda kreasikan sendiri sesuai selera, sehingga Anda bisa menciptakan kripik jamur tiram dengan cita rasa khas Anda.
  • Masukkan suiran jamur tiram yang sudah ditiriskan tadi kedalam kocokan telur tersebut, lalu kocok lagi hingga semua bagian daripada jamur tiramnya terlumuri oleh telur dengan rata.
  • Siapkan piring atau mangkuk lagi dan masukkan tepung terigu atau tepung beras (direkomendasikan: tepung beras). Lalu, suiran jamur tiram yang telah terlumuri dengan telur tadi Anda ambil dan masukkan ke dalam mangkuk yang berisikan tepung beras tersebut hingga merata.
  • Panaskan minyak goreng dan kecilkan apinya setelah panas. Hal ini bertujuan agar jamur tiram tidak matang hanya pada bagian tepungnya saja, tapi meresap kedalam dan agar hasilnya renyah.
  • Goreng hingga warnanya berubah menjadi kecoklatan, lalu tiriskan dan kripik jamur tiram pun sudah dapat Anda konsumsi.
Kripik Jamur Tiram
Begitulah cara membuat kripik jamur tiram, tidak sulit bukan? Namun, jika Anda tidak ingin membuatnya sendiri namun menyukai makanan ini. Anda bisa membelinya agar praktis. Klik link Katalog Jamur Tiram ini untuk mendapatkannya.
Continue Reading

Thursday, December 5, 2013

Dahysatnya Manfaat Jamur Tiram Bagi Manusia

Jamur tiram dengan nama lain Oyster Mushrooms (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu bahan makanan yang dewasa ini sedang naik daun, terlihat dari banyaknya bahan ini dipergunakan di bidang kuliner. Hal tersebut dikarenakan manfaat jamur tiram sungguh luar biasa, baik dari segi kesehatan maupun olahan yang dapat dibuat dari jamur tiram.

Manfaat jamur tiram sebagai olahan makanan dapat dimanfaatkan menjadi beragam masakan lezat seperti bakso jamur tiram, sup, sate, keripik, nugget, botok jamur tiram, rendang dan aneka olahan lainnya yang sangat cocok dengan lidah orang Indonesia.

Oleh sebab manfaat jamur tiram sangat banyak sekali, kandungan gizinya yang juga tinggi, kebanyakan masyarakat Indonesia mulai memburunya untuk dijadikan bahan pangan favorit.

Jamur tiram juga merupakan komoditas pertanian yang dapat dibilang paling rendah kandungan kimia/pestisidanya, karena dalam proses produksi tidak melibatkan pupuk kimia sintetis, atau jikalau memakai, perbandingannya sangat kecil sekali.

Juga ketika proses produksi atau perawatannya, jamur tiram tidak memerlukan bahan-bahan pestisida yang banyak bahkan ada yang tidak menggunakannya. Hama pada jamur tiram biasanya adalah larva nyamuk. Petani ada yang mencegah hama ini supaya tidak hinggap di baglog (media tanam jamur tiram) menggunakan teknik jebakan (plastik bening diisi air lalu dilumuri lem serangga agar nyamuk menempel disana dan tidak bertelur dibaglog). Namun, petani yang memakai pestisida pun kadarnya sangat rendah.

Beberapa waktu lalu, Kementerian Industri Thailand melakukan penelitian terhadap kandungan gizi yang terdapat dalam jamur tiram. Hasilnya, dalam 100 gram jamur tiram segar mengandung fosfor 17 mg, protein 5.94 gram, lemak 0.17 gram, kalsium 8.9 mg, vitamin B2 0.75 mg, vitamin V 12.4 mg, vitamin B1 0.75 mg, zat bese 1.9 mg, karbohidrat 50.59 gram, serat 1.56 gram dan kalori 45.65 kj. Juga merujuk terhadap Fruit Product Order and Prevention of Food Adulteration Act yang menetapkan seberapa besar kandungan logam pada makanan yang aman dikonsumsi (1954), ternyata jamur tiram memiliki kandungan logam yang jauh dibawah ambang batas.

Tak heran mengapa manfaat jamur tiram bagi kehidupan manusia sungguh menakjubkan, kualitas gizinya lebih bagus jika dibandingkan dengan daging ayam dan harganya lebih murah daripada daging ayam.

Sedangkan manfaat jamur tiram apabila dimanfaatkan untuk kesehatan manusia adalah sebagai berikut:

Berdasarkan penelitian yang dipimpin seorang ahli gizi dari Penn State, Joy Dubost pada tahun 2010. Diketahui bahwa jamur tiram berfungsi sebagai antioksidan karena memiliki kandungan ergothioneine yang dapat melindungi sel-sel di dalam tubuh. Hebatnya lagi, kandungan jamur tiram levelnya tidak berkurang ketika dimasak. 13 mg ergothioneine tersaji dalam 3 ons jamur tiram.

Diyakini bahwa senyawa pluran dapat berfungsi sebagai antitumor dan antioksidan. Pluran ini juga terdapat pada jamur tiram, sehingga penyakit kanker atau tumor dapat dicegah apabila seseorang rajin  mengkonsumsi jamur tiram.

Berdasarkan penelitian lainnya di tahun 1997 dan dipublikasikan dalam "Journal of Agricultural and Food Chemistry." Jamur tiram memiliki senyawa aktif benzaldehyde yang diyakini memiliki manfaat sebagai efek antibakteri.

Jamur tiram memiliki kandungan serat berupa lignoselulosa yang cukup tinggi yaitu sekitar 1,56 persen berat basah atau 7,4-24,6 berat kering, sehingga bagus sekali untuk meningkatkan aktivitas sistem pencernaan, dengan begitu cocok bagi anda yang sedang menjalankan program diet.

Kandungan gizi yang telah dipaparkan diatas, diyakini bahwa jamur tiram dapat juga dimanfaatkan untuk pengobatan berbagai macam penyakit berat seperti kolesterol tinggi, lever, diabetes dan anemia. Kekebalan pada tubuh Anda pun dapat meningkat jika sering mengkonsumsi jamur tiram, terlebih bagi yang tinggal di udara berhawa dingin sehingga lebih kebal terhadap penyakit flu.

Itulah beberapa manfaat jamur tiram yang saat ini bisa saya jabarkan, setelah mengetahui bahwa manfaat jamur tiram begitu banyak. Maka mulai saat ini Anda wajib menjadikan jamur tiram sebagai menu favorit keluarga. Silahkan kunjungi Katalog Jamur Tiram untuk mendapatkan aneka produk jamur tiram.

*Dari berbagai sumber.
Continue Reading

Wednesday, December 4, 2013

Musnahkan Pengangguran Dengan Budidaya Jamur Tiram Putih

Semenjak harga bensin dinaikkan lagi, serta nilai tukar Rupiah yang saat ini terus melemah terhadap Dollar Amerika (mencapai Rp 12.000,-), merupakan salah satu indikator bahwa keadaan ekonomi bangsa Indonesia sedang kurang baik. Hal ini dapat memicu perusahaan-perusahaan memberikan sanksi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawannya, artinya angka pengangguran bisa naik lagi.

Jika mungkin Anda adalah korban PHK atau Anda sudah bosan dengan gaji yang segitu-gitu saja dari pekerjaan saat ini, Anda harus merubah haluan Anda yakni menjadi pengusaha.

Menurut berbagai survey, Indonesia saat ini hanya memiliki sekitar 1,5 persen pengusaha dari total jumlah penduduk. Hal ini sangat memprihatinkan sekali, karena menurut teori, suatu bangsa apabila ingin maju, minimal didalamnya memiliki pengusaha mencapai 2 persen. Kita masih sangat jauh tertinggal dengan negara-negara tetangga kita seperti Malaysia yang memiliki pengusaha mencapai 4,1 persen dan Singapura mencapai 7,2 persen.

Dengan menjadi pengusaha, Anda dapat membantu bangsa ini untuk maju karena bisa menyerap pengangguran. Namun, mungkin Anda masih bingung harus menjadi pengusaha/bisnis apa yang cocok dan memiliki peluang bagus? Salah satu bisnis yang memiliki peluang bagus bahkan mungkin tidak akan pernah mati adalah bisnis pertanian. Mengapa? Sederhana saja, karena manusia membutuhkan makan, makan adalah kebutuhan pokok, salah satu makanan yang dibutuhkan manusia adalah sayuran, dan salah satu jenis sayuran yang banyak disukai adalah jamur tiram putih. Oleh sebab itu, mari lakukan budidaya jamur tiram putih sebagai bisnis Anda.

Budidaya jamur tiram putih merupakan salah satu jenis budidaya sayuran yang saat ini banyak dikembangkan oleh orang Indonesia, karena jamur tiram putih mudah dipasarkan. Rasanya yang enak, mudah dimasak menjadi berbagai macam menu makanan, seperti rasa daging ayam pelan-pelan menjadi menu favorit keluarga.

Jamur tiram merupakan sayuran yang cocok bagi kaum vegetarian, karena itu tadi, bisa diolah menjadi berbagai macam olahan seperti steak, sate, bakso, dan banyak lagi. Apalagi kalau harga daging sapi atau daging ayam melambung, maka jamur tiram bisa dijadikan alternatif pengganti.

Berikut adalah kelebihan-kelebihan yang bisa Anda dapatkan jika melakukan budidaya jamur tiram putih:
Pemasaran mudah dilakukan karena pangsa pasarnya masih luas dan terbuka lebar.
  • Budidaya jamur tiram putih tidak memerlukan biaya tambahan seperti biaya pemupukan atau penyiangan, oleh sebab itu, perawatan usaha ini lebih mudah dan murah.
  • Budidaya jamur tiram putih harus dilakukan di dalam ruangan kumbung yang tertutup, sehingga usaha ini tidak tergantung pada musim.
  • Bahan baku yang melimpah dan murah.
  • Perputaran modal atau Return Of Investment (ROI) nya lebih cepat karena jamur tiram bisa dipanen setiap hari.
  • Resiko kerugian harga relatif terbilang kecil karena harga jualnya juga relatif stabil, tidak seperti jenis sayuran lainnya yang harganya bisa naik turun hingga 100 persen bahkan lebih.
  • Asal ada kemauan dan keseriusan, budidaya jamur tiram putih dapat dilakukan siapa saja tanpa melihat latar belakang pendidikan.
  • Anda dapat memanfaatkan kamar kosong atau pekarangan rumah yang selama ini tidak dimanfaatkan untuk melakukan budidaya jamur tiram putih ini (tidak memerlukan lahan luas seperti bertani sayuran lainnya).
Bagaimana, apakah Anda sudah siap untuk melakukan budidaya jamur tiram putih? Jika ya silahkan kunjungi/klik Katalog Jamur Tiram untuk mendapatkan inspirasi lainnya tentang usaha ini.
Continue Reading

Thursday, August 29, 2013

Salah Satu Aspek Yang Diperlukan Pada Proposal Jamur Tiram

Apabila Anda ingin mengajukan bantuan dana usaha budidaya jamur tiram baik kepihak pemerintah, swasta atau perorangan, serta baik itu sebagai modal awal atau untuk pengembangan usaha jamur tiram Anda. Maka Anda wajib membuat proposal jamur tiram.

Untuk meyakinkan pihak sponsor (calon pemberi dana), Anda harus bisa membuat proposal jamur tiram seaktual dan sekongkrit mungkin khususnya terhadap data-data yang berkaitan dengan usaha jamur tiram. Dan salah satu aspek penting yang diperlukan pada proposal jamur tiram adalah dengan memberikan data-data akurat mengenai pasar jamur tiram putih.

Data pasar sangat diperlukan pada proposal jamur tiram, sehingga pihak calon sponsor bisa melihat prospek usaha Anda seperti apa. Untuk mencari data pasar tentang jamur tiram, contoh tulisan saya mengenai pasar jamur tiram dibawah ini mungkin bisa dijadikan acuan atau inspirasi bagi pembuatan proposal jamur tiram Anda.

Market/Pasar Jamur Tiram Putih

Kebutuhan akan jamur tiram sangat tinggi, dikarenakan jamur tiram merupakan sayuran yang bisa dijadikan berbagai macam aneka olahan makanan. Dalam situs berbisnisjamur.com: “.......... kebutuhan pasar jamur pada tahun 2015 diperkirakan sekitar 17.500 ton dan saat ini baru terpenuhi 13.825 ton pertahun”. Dari sana dapat disimpulkan bahwa peluang untuk membudidayakan jamur tiram masih sangat terbuka lebar.
Masyarakat Indonesia saat ini semakin melek dengan teknologi informasi seperti internet. Dari internet pun dapat diketahui gambaran mengenai pasar jamur tiram seperti berikut:

GAMBAR 1
RATA-RATA PENCARI KATA JAMUR TIRAM
Sumber: Google Adwords: Keyword Tool, April 2013

Gambar tersebut diambil dari fasilitas google untuk mengetahui berapa banyak rata-rata pencari kata kunci “jamur tiram” melalui search engine google. Fasilitas ini saya pakai dikarenakan google masih menjadi search engine terpopuler saat ini. Dari gambar tersebut diketahui bahwa rata-rata kata kunci “jamur tiram” diketikkan sebanyak 60.500 kali/bulannya di Indonesia (Lihat local monthly searches). Jumlah tersebut dapat dikatakan terbilang banyak. Ini hanya dari google saja, jumlah tersebut bisa bertambah apabila terdapat data dari search engine lainnya seperti Bing, Yahoo!, Aol, Ask, dll.

Semoga bermanfaat dan semoga sukses dengan proposal jamur tiram yang akan Anda buat. Silahkan klik link Katalog Jamur Tiram untuk melihat berbagai macam produk jamur tiram yang kami miliki.
Continue Reading

Tuesday, August 13, 2013

Cara Pembuatan Jamur Tiram Bagian 5

Berikut adalah langkah kelima (langkah terakhir) dalam rangkaian cara pembuatan jamur tiram dengan melakukan segala prosesnya hingga tumbuh jamur tiramnya oleh sendiri.

Jika Anda telah membaca langkah keempat cara pembuatan jamur tiram pada postingan sebelumnya, maka setelah itu Anda harus membuat baglog jamur tiram yakni media akhir agar jamur tiram bisa tumbuh dan menghasilkan keuntungan bagi Anda.
Baglog Jamur Tiram Siap Panen
Ya, seperti yang saya tulis pada postingan sebelumnya, baglog bisa dibuat dengan menggunakan bahan utama seperti serbuk kayu (serbuk gergaji), dedak, tepung jagung, kapur dolomite dan bibit F2 atau F3 jamur tiram.

Mengenai masalah bibit, ya baglog bisa dibuat dari bibit F3 jamur tiram dengan keuntungan proses produksi yang lebih murah jika dibandingkan dengan F2. Namun, resiko kegagalan lebih besar jika dibanding menggunakan F2 karena F3 jamur tiram miseliumnya tidak sekuat F2. Sehingga dikhawatirkan tingkat kegagalan proses produksi semakin besar dan atau hasil panen kurang maksimal.

Namun, alangkah bagusnya jika Anda bisa berhasil membuat baglog dari bibit F3 dan perawatan ketika baglog sudah jadi bagus sehingga hasil panen pun bagus. Hal ini tentunya dapat mengakibatkan keuntungan yang lebih besar bagi Anda, yakni modal kecil tetapi keuntungan besar.

Jika Anda adalah pelaku baru dibidang budidaya jamur tiram, lebih baik Anda membuat baglog dengan menggunakan bibit F2, tetapi jika Anda sudah mahir dan tahu betul seluk beluk pembuatan jamur tiram, mungkin F3 lebih cocok untuk Anda – walaupun begitu resiko kegagalan selalu ada. Namanya usaha (entrepreneur) hanya ada dua kemungkinan, kalau tidak untung ya rugi.

Tetapi, sebenarnya Anda bisa melakukan budidaya jamur tiram tanpa resiko yakni dengan membeli baglog siap panen (baglog dengan miselium 100%). Hanya saja keuntungan yang didapat jika Anda membeli baglog siap panen tipis, sehingga Anda harus membeli baglog dalam jumlah besar yang otomatis modal pun harus keluar besar. Pilihan ada ditangan Anda – silahkan klik Katalog Jamur Tiram untuk melihat produk jamur tiram kami.  
Continue Reading

Wednesday, August 7, 2013

Cara Buat Jamur Tiram Bagian 4

Berikut adalah langkah keempat dalam rangkaian cara buat jamur tiram dengan melakukan segala proses hingga tumbuh jamur tiramnya oleh sendiri.

Jika Anda telah membaca langkah ketiga cara buat jamur tiram pada postingan sebelumnya, maka setelah itu Anda harus membuat bibit F2 jamur tiram sebelum Anda bisa menumbuhkan atau memanen jamur tiram.

Apa itu bibit F2 jamur tiram? Bibit F2 jamur tiram merupakan bibit turunan dari F1 jamur tiram yang biasanya menggunakan bahan murni jagung pipil, jagung pecah, sorgum atau campuran ketiga bahan tersebut ditambah serbuk gergaji (bubuk kayu).

Sebetulnya Anda sudah bisa membuat jamur tiram dengan melakukan olahan F1 menjadi media baglog, hanya saja langkah itu kurang bijak. Mengapa saya katakan kurang bijak? Ya, walaupun memang bibit F1 jamur tiram memiliki miselium yang lebih kuat dibanding dengan F2 jamur tiram, akan tetapi harganya jauh lebih mahal sehingga biaya produksi jamur tiram Anda akan terbilang mahal.

Hal tersebut sebetulnya tidak jadi masalah jika pada akhirnya jamur Anda bisa dijual dengan harga tinggi, sehingga biaya produksi yang mahal tersebut bisa tertutupi. Namun, lebih bijak jika Anda membuatnya melalui bibit F2. Hal ini dikarenakan bibit F2 pun memiliki miselium yang masih kuat, sehingga produksi jamur tiram Anda bisa dihasilkan dengan baik serta biaya produksi yang lebih murah.

Dikatakan lebih murah karena dari 1 botol F2 tersebut bisa diturunkan ke media baglog sebanyak 20 baglog ukuran 20x35 cm atau menjadi 17 baglog ukuran 22x35 cm. Sedangkan 1 botol F1 eks saus bisa menjadi 30 botol eks saus F2.

Silahkan bandingkan harga bibit F1 dan F2 dengan mengklik Katalog Jamur Tiram, sehingga Anda akan tahu bahwa bibit F2 jamur tiram merupakan pilihan yang tepat dan bijak untuk dijadikan baglog jamur tiram.
Continue Reading

Saturday, August 3, 2013

Cara Meminimalisir Resiko Bisnis Jamur Tiram

Dari Wikipedia didapat bahwa:
Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur pangan dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom.
Jamur tiram dapat diolah menjadi berbagai macam makanan, seperti keripik jamur, crispysteak, nugget, sate, abon dan olahan lainnya. Oleh karena itu jamur tiram memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi terlebih apabila di luar Pulau Jawa, karena sentra jamur tiram saat ini masih berada di Jawa Barat seperti di Kabupaten Bandung Barat (Cisarua, Lembang, Ciwidey, Pangalengan), Bogor, Sukabumi, Garut, Tasikmalaya, dan sekitarnya.

Jamur tiram tumbuh pada media yang disebut dengan “baglog”. Baglog ini merupakan media terakhir dalam proses pembudidayaan yang lumayan bisa dikatakan rumit. Apabila baglog ini telah jadi (sudah pada tahapan inokulasi), petani biasanya khawatir akan keberhasilannya. Apabila baglog berubah menjadi warna putih, berarti proses pembudidayaan berhasil dan tinggal menunggu jamur tiram tumbuh (miselium berhasil keluar). Namun apabila baglog berubah menjadi hijau, berarti prosesnya gagal dan jamur pun tidak akan tumbuh.

Itulah resiko terbesar bagi Anda yang ingin memulai bisnis jamur tiram dengan cara membudidayakannya sendiri. Lalu bagaimana cara meminimalisir resiko kegagalan bisnis jamur tiram tersebut?

Untuk meminimalisir resiko kegagalan tersebut bisa dengan cara membeli baglog jamur tiram siap panen sehingga tidak akan ada resiko kegagalan. Namun, memang profit yang didapat tidak sebesar apabila melakukan proses pembudidayaan sendiri dari awal (proses pengukusan sendiri).

Klik Katalog Jamur Tiram untuk melihat produk jamur tiram yang kami miliki.
Continue Reading

Friday, August 2, 2013

Cara Ternak Jamur Tiram Bagian 3

Jika Anda berencana melakukan ternak jamur tiram dengan melakukan segala prosesnya dari awal oleh sendiri. Maka ini adalah langkah ketiga cara ternak jamur tiram, dimana langkah keduanya bisa Anda simak pada postingan sebelumnya disini.

Jadi apa langkah ketiga dalam proses rangkaian ternak jamur tiram? Jika Anda sudah membaca langkah kedua pada postingan sebelumnya, maka setelah itu Anda harus membuat F1 bibit jamur tiram sebagai langkah ketiga untuk pencapaian ternak jamur tiramnya.

Apa itu F1 bibit jamur tiram? Yaitu, bibit turunan dari F0 bibit jamur tiram (indukan jamur tiram). Biasanya bahan-bahan pembuatannya terdiri atas jagung pipil murni atau bisa dengan sorgum.
Jika tidak ada F1, maka Anda tidak akan bisa melakukan ternak jamur tiram. Jika diibaratkan pada permulaan terciptanya manusia. F1 ini bisa diibaratkan janin yang tercipta atas pertemuan antara sperma dengan sel telur.

Jadi pembuatan F1 jamur tiram merupakan langkah ketiga dalam rangkaian cara membuat jamur tiram (ternak jamur tiram). Namun, sebenarnya jika Anda tidak mau repot melakukan langkah ketiga ini atau belum bisa melakukannya, Anda bisa dengan mudah mencari/membelinya  melalui mbah Google. Ketik saja “jual F1 bibit jamur tiram”, maka Anda bisa membelinya dari produsen F1 yang Anda temukan, atau Anda bisa membelinya melalui kami dengan cara klik Katalog Jamur Tiram untuk melihat produknya terlebih dahulu dan bagaimana cara memesannya.
Continue Reading

Sunday, July 21, 2013

Cara Membuat Jamur Tiram Bagian 2

Jika Anda berencana melakukan budidaya jamur tiram dengan melakukan prosesnya dari awal oleh sendiri. Maka ini adalah langkah kedua cara membuat jamur tiram dimana langkah pertama yang harus dilakukan untuk membuat jamur tiram ada pada postingan sebelumnya disini. Silahkan baca artikel cara membuat jamur tiram bagian pertama pada link tersebut jika Anda belum membacanya. Jika Anda sudah membaca artikel bagian pertama, maka ini adalah artikel bagian kedua dalam proses rangkaian cara membuat jamur tiram.

Kurang lebih tahapan pembuatan jamur tiram yang dilakukan oleh sendiri seluruhnya hingga tahapan panen jamur tiram ada 5 atau 6 tahapan. Lalu apa tahapan kedua cara membuat jamur tiram?

Tahapan kedua tentunya Anda harus mulai mempersiapkan bahan atau media tumbuh jamur tiram yakni bibit F0 jamur tiram. Apa itu bibit F0 jamur tiram? F0 jamur tiram merupakan kultur murni indukan jamur tiram yang dibuat dari agar-agar murni, rumput laut, kentang dan gula (glukosa). Jadi jika Anda ingin melakukan proses budidaya jamur tiram yang dilakukan oleh sendiri sepenuhnya, maka Anda haruslah bisa membuat F0 ini.
F0 Jamur Tiram
Jika tidak ada F0, maka Anda tidak akan pernah bisa membuat jamur tiram. Jika diibaratkan pada permulaan terciptanya manusia. F0 ini ibaratnya pertemuan antara sperma dengan sel telur – janin (calon bakal bayi) tidak akan terbentuk jika sperma tidak bertemu dengan sel telur.

Jadi, pembuatan F0 jamur tiram merupakan langkah kedua dalam rangkaian cara membuat jamur tiram. Akan tetapi, jika Anda tidak bisa/belum bisa membuat F0 ini, Anda bisa membelinya karena F0 jamur tiram ini banyak dijual bebas dipasaran. Ketik saja F0 jamur tiram di mbah Google atau beli dari kami, silahkan klik link Katalog Jamur Tiram untuk mengetahui harga dan cara pemesanannya. 
Continue Reading

Saturday, July 20, 2013

Cara Budidaya Jamur Tiram

Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) dinamakan jamur tiram karena bentuknya yang mirip dengan cangkang tiram. Di Indonesia jamur tiram ini mulai populer dibudidayakan mulai tahun 2000-an. Walaupun sudah sekitar 13 tahun budidaya jamur tiram ada di Indonesia, namun hasil panen dari para petani belum bisa memenuhi semua permintaan pasar, sehingga peluang budidaya jamur tiram ini masih sangat cerah.

Bagi Anda yang tertarik untuk mencoba melakukan budidaya jamur tiram, Anda bisa mengikuti langkah-langkah cara budidaya jamur tiram berikut ini:

Siapkan bahan yang akan menjadi media tanam jamur tiram yakni serbuk gergaji, dedak, tepung jagung dan kapur dolomite. Campur bahan-bahan tersebut dan ayak sampai halus menggunakan ayakan pasir. Kemudian bahan yang telah diayak tersebut dicampur air bersih dengan komposisi 60%, aduk menggunakan tangan hingga merata.

Kemudian media tersebut dimasukan kedalam plastik tahan panas atau disebut dengan baglog, padatkan dengan cara dipukul-pukul menggunakan botol dan buat lubang (bisa pakai cincin ring jamur) untuk memasukkan bibit jamur tiram nantinya. Setelah proses itu, baglog harus disterilkan dari mikroba, bakteri, kapam, dan sejenisnya yang bisa mengakibatkan gangguan pertumbuhan jamur tiram yang akan diinokulasi.
Sterilisasi dilakukan pada suhu 90-100 derajat celcius selama 8-10 jam lamanya. Setelah itu keluarkan baglog dari tempat sterilisasi dan dinginkan selama satu hari. Setelah itu baglog tersebut siap diinokulasikan dengan bibit jamur tiram.

Pada proses inokulasi, bibit-bibit jamur tiram (bibit F2 atau F3) dimasukkan kedalam baglog. Lakukan hal ini dalam ruangan yang lembab dan minim cahaya agar bibit-bibit jamur tidak memiliki kerusakan.

Setelah proses inokulasi dilakukan, maka baglog-baglog tersebut dipindahkan ke ruang inkubasi dan tunggu kurang lebih selama satu bulan agar miseliumnya turun/tumbuh miselium. Tumbuhnya miselium terlihat jika baglog berubah menjadi warna putih, sedangkan jika berubah menjadi warna hijau, maka miselium gagal tumbuh.
Baglog yang sudah putih dan tumbuh jamur tiram
Jika warna putih pada baglog sudah penuh, maka baglog tersebut harus dibuka tutupnya (ring baglog) dan pindahkan ke ruangan produksi karena tidak akan lama lagi jamur tiram akan tumbuh. Jika kurang jelas, Anda bisa mempelajarinya melalui video pada postingan sebelumnya disini. Atau klik Katalog Jamur Tiram untuk melihat berbagai produk jamur tiram yang kami miliki.
Continue Reading

Thursday, July 11, 2013

Jamur Tiram Putih Tetap Menjadi Primadona

Pada postingan-postingan sebelumnya saya selalu tidak bosan memberikan gambaran bahwa berbisnis/budidaya jamur tiram memiliki prospek yang cerah. Mungkin Anda bertanya mengapa saya membuat judul “Jamur Tiram Putih Tetap Menjadi Primadona”. Dari segi tipe jamur, memang jamur tiram merupakan salah satu tipe jamur yang banyak dicari oleh konsumen. Dikarenakan harganya yang dapat dibilang tidak terlalu murah dan tidak terlalu mahal, rasanya yang enak dan dapat dijadikan kedalam berbagai aneka olahan makanan serta memiliki manfaat dan kandungan gizi yang luar biasa.

Saya membuat judul “Jamur Tiram Putih Tetap Menjadi Primadona” dikarenakan jamur tiram ini sebenarnya memiliki aneka warna. Jika Anda belum tahu, sebenarnya jamur tiram ini selain warna putih, bisa juga dibuat menjadi jamur tiram biru, jamur tiram cokelat, jamur tiram merah, jamur tiram abu-abu dan jamur tiram kuning.

Jamur Tiram Putih
Awal mula jamur tiram warna ini ditemukan oleh Dr. Anton A.M. Sonnenberg (lihat sumber), ahli Bioteknologi di Mushroom Research Unit, Belanda yang telah menyilangkan antar spesiesnya sehingga menghasilkan warna jamur tiram yang beragam yang telah saya sebutkan pada paragraf sebelumnya.

Hanya saja khususnya di daerah saya (Bandung) jamur tiram berwarna ini kurang diminati. Memang pada awal-awal kemunculannya jamur tiram berwarna ini memiliki nilai jual harga yang berbeda dengan jamur tiram putih atau jauh lebih mahal dibandingkan jamur tiram putih. Namun mengapa  kurang laku dipasaran?

Saya belum menemukan fakta atau data yang akurat mengapa jamur tiram berwarna ini kurang laku dipasaran. Tetapi, saya berasumsi mungkin dikarenakan masyarakat kita takut untuk mengkonsumsinya. Ya, karena dalam keluarga jamur, terdapat jamur yang tidak dapat dimakan atau jamur beracun dan biasanya jenis jamur beracun memiliki warna yang cerah selain putih. Jadi mungkin konsumen ragu untuk membeli jamur tiram berwarna karena takut mengandung racun.

Walaupun ini hanyalah asumsi yang saya buat mengapa jamur tiram berwarna kurang laku dipasaran. Akan tetapi, saya perlu memberi tahu bagi Anda yang belum tahu tentang keberadaan jamur tiram berwarna ini. Ya, jamur tiram berwarna ini tidak beracun dan dapat dikonsumsi layaknya jamur tiram putih.


Klik Katalog Jamur Tiram untuk melihat harga produk bibit dan jamur tiram kami.
Continue Reading

Sunday, March 17, 2013

Jual Bibit Jamur Tiram F0 – F3

F0 Jamur Tiram
Merupakan kultur murni indukan jamur tiram.
Bahan: agar-agar murni, rumput laut, kentang dan gula (glukosa).
1 botol tube F0 dipecah ke F1 menjadi 20 botol eks – saus.

F0 Jamur Tiram Kami
F1 Jamur Tiram
Merupakan bibit turunan dari F0 jamur tiram.
Bahan: jagung pipil murni.
1 botol eks – saus bisa menjadi 30 botol eks saus F2.

F1 Jamur Tiram Kami
F2 Jamur Tiram
Merupakan bibit turunan dari F1 jamur tiram.
Bahan Murni:
1.       Jagung pecah
2.       Sorgum (Gandrum)
Bahan Campuran:
1.       Serbuk gergaji dengan jagung pecah
2.       Serbuk gergaji dengan sorgum (gandrum)
F2 Jamur Tiram Kami
F2 kami tersebut dapat langsung dibudidayakan menjadi baglog jamur tiram. Dari 1 botol F2 kami (1 botol eks – saus) dapat menjadi 17 baglog jamur tiram berukuran 22 x 35 cm, dan menjadi 20 baglog apabila dibuat dengan ukuran 20 x 35 cm. Hasil panen dari pembudidayaan tersebut menjadi jenis jamur tiram Florida yang bentuk tudungnya mirip dengan jamur shitake – batangnya tebal berumpun.
Kami memiliki bibit jamur tiram F3 juga, namun kami menyarankan Anda membudidayakan jamur tiram dari F2 dikarenakan miseliumnya lebih kuat sehingga hasil produksi jamur tiram bisa lebih maksimal. Akan tetapi, jika Anda membutuhkan F3, berikut adalah foto F3 jamur tiram kami:


F3 Jamur Tiram
Hubungi kami melalui kontak yang tersedia pada blog ini jika Anda membutuhkan atau ingin mencoba bibit buatan kami. Terima kasih.
Atau klik Katalog Jamur Tiram untuk melihat harga produk bibit dan jamur tiram kami secara lebih lengkap.
Continue Reading

Friday, September 7, 2012

Supplier Jamur Tiram Segar


Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur pangan dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom. Baca lebih lengkap di wikipedia.

Jamur tiram dapat diolah menjadi berbagai macam makanan, seperti keripik jamur, crispy, steak, sate dan olahan lainnya. Oleh karena itu jamur tiram memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi terlebih apabila diluar pulau Jawa, karena sentra jamur tiram berada di Jawa Barat seperti di Kabupaten Bandung Barat (Cisarua, Lembang, Ciwidey, Pangalengan), Bogor, Sukabumi, Garut, Tasikmalaya, dan sekitarnya. 
Packing Jamur Tiram (5 Kg)
Jika Anda membutuhkan pasokan jamur tiram segar secara kontinyu dan konsisten hasil bumi dari Cisarua Kabupaten Bandung Barat, Anda bisa menghubungi kami melalui laman kontak yang tersedia dengan harga kontrak. Jamur tiram dipacking dengan menggunakan plastik 5 kg seperti pada gambar di atas. Kami bisa mengirim ke seluruh pelosok negeri namun ongkos kirim ditanggung pembeli. 

Silahkan jangan ragu untuk menghubungi kami melalui laman kontak atau no kontak yang tersedia pada blog ini. Atau klik Katalog Jamur Tiram untuk melihat lengkap harga produk bibit F0 sampai F3 dan jamur tiram kami yang kami miliki.
Continue Reading

Wednesday, April 25, 2012

Bisnis Plan Jamur Tiram Putih

Jamur tiram putih merupakan sayuran yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Hal ini dikarenakan jamur tiram putih memiliki rasa yang enak dan bisa diolah menjadi berbagai macam olahan seperti keripik jamur, crispy, steak, nugget, sate, abon dan olahan lainnya (Anda pun dapat mengkreasikannya kedalam olahan yang mungkin belum ada yang mencobanya). 

Jamur Tiram Putih
Jika Anda memiliki dana atau modal untuk berbisnis namun bingung bisnis apa yang akan Anda lakukan, budidaya jamur tiram patut untuk Anda coba. Untuk itu Anda bisa membaca terlebih dahulu mengenai prospek atau bisnis plan jamur tiram yang saya buat dalam bentuk ebook. Ebook tersebut bisa jadi panduan atau inspirasi bagi Anda yang akan menggeluti atau baru mau belajar bisnis budidaya jamur tiram putih. 

Dalam ebook tersebut saya melakukan perhitungan berapa keuntungan yang dapat Anda peroleh dari bisnis ini. Jika Anda tertarik silahkan download ebooknya disini.

Apabila Anda telah yakin akan menggeluti budidaya jamur, namun kesulitan dimana bisa mendapatkan bibit jamur tiram maupun baglognya, silahkan mampir di Katalog Jamur Tiram untuk melihat harga produk bibit dan jamur tiram kami.
Continue Reading
Designed By Seo Blogger Templates- Published By Gooyaabi Templates